majalahpos.com – PT United Tractors Tbk (UNTR) pada awal tahun menargetkan penjualan alat berat Komatsu sebanyak 3.800 dan merevisi target pada akhir semester I menjadi 4.800. Kini, memasuki kuartal IV 2022, UNTR kembali merevisi target menjadi 5.500 unit.

Direktur UNTR Iwan Hadiantoro menyebutkan untuk 2022 seluruh unit bisnis UNTR mencatatkan kinerja baik karena pemulihan ekonomi global sehingga ekonomi membaik dan juga didukung batu bara dengan demand yang cukup besar.

“Seluruh lini bisnis tumbuh pada semester I 2022 dan target penjualan unit alat berat menjadi 5.500 unit dengan 1.000 unit akan dijual ke sektor pertambangan,” jelas Iwan dalam Public Expose Live, Senin (12/9/2022).

Adapun hingga Juli 2022, UNTR sudah menghabiskan capex hingga Rp 3,9 triliun dengan rincian sebanyak Rp 3,5 triliun untuk segmen pertambangan yakni membeli alat berat untuk operasional. Sedangkan sebanyak Rp 250 miliar digunakan untuk perbaikan infrastruktur di tambang emas milik UNTR.

“Capex tahun ini sebesar Rp 11,5 triliun dengan sebagian besar dana untuk pembelian alat berat untuk segmen kontraktor,” jelas Iwan.

Menurutnya, belum ada kebutuhan mencari pinjaman baru sebab saat ini posisi cash UNTR dalam kondisi yang cukup dan sangat mendukung untuk belanja modal.

“Saat ini fasilitas perbankan untuk grup sudah cukup, fasilitas tersebut tidak digunakan sekarang, namun akan digunakan untuk proyek-proyek pada masa mendatang,” pungkas Iwan.

Ekspansi ke EBT

United Tractors juga berkomitmen untuk memperbesar portofolio di luar batu bara dan ekspansi ke energi baru terbarukan pada tahun-tahun mendatang.

Iwan menyebutkan untuk mineral lainnya sudah dimulai sejak lima atau enam tahun lalu saat perseroan mengakuisisi tambang emas di Sumbawa dan Sumatera Utara.

“Adapun ke depan kami berkomitmen untuk mencari peluang yang ada, baik di dalam dan luar negeri. Kami siap mengambil peluang tersebut,” tegas Iwan.

Untuk memperlihatkan keseriusan dalam EBT, UNTR sudah menggunakan solar proof dengan daya hingga 6 MW dan akan diperbesar pada tahun-tahun mendatang.

Selain itu, UNTR juga melakukan pembelian sebanyak 632.801.893 lembar saham atau setara dengan 21,61% saham pada PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang dimiliki oleh ACEI Singapore Holding Private Ltd. (ACEI) pada Arkora.

“Kami masuk ke ARKO yang bisnisnya di bidang hydro dan kami berharap bisa bertumbuh bersama sambil menjajaki EBT yang strategis dan sesuai dengan bisnis kami,” jelas Iwan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), UNTR memberitahukan bahwa pada tanggal 18 Agustus 2022 seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dalam CSPA telah terpenuhi dan EPN telah melakukan pembayaran kepada ACEI.

“Dengan demikian EPN telah efektif memiliki 21,61% saham dalam Arkora sejak tanggal tersebut,” ungkap Corsec UNTR Sara Loebis.

Dengan demikian, sejak tanggal penyelesaian atas persyaratan pendahuluan (conditions precedent) dalam CSPA tersebut di atas, EPN telah memiliki saham di Arkora secara langsung dan tidak langsung sebesar 922.173.893 lembar saham atau setara dengan 31,49%.