Bisnis  

5 Persiapan Keuangan untuk Hadapi “Kiamat 2025”

5 Persiapan Keuangan untuk Hadapi “Kiamat 2025”

majalahpos.com – Penulis buku Rich Dad Poor Dad kembali dengan cuitannya yang meramalkan sebuah badai krisis dan depresi besar-besaran yang bakal menghantam dunia. Lantas apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapi itu semua?

“(Market) crash skala raksasa akan muncul, depresi besar-besaran pun mungkin terjadi. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) terpaksa mencetak miliaran uang palsu, dan di 2025 harga emas terbang ke US$ 5 ribu, perak US$ 500, dan Bitcoin US$ 500 ribu. Kenapa? Karena kepercayaan (masyarakat) terhadap Dollar AS dan uang palsu sudah hancur. Emas dan perak adalah uang tuhan, dan Bitcoin adalah Dollar Rakyat,” demikian cuitan Kiyosaki di akun Twitternya, 13/2/2023.

Terlepas dari apa yang terjadi di masa depan, alangkah baiknya bagi kita semua untuk mempersiapkan diri atas segala kemungkinan yang terjadi.

Berikut adalah persiapan keuangan untuk menghadapi kiamat perekonomian yang bisa Anda lakukan sejak dini.

Indikator kesehatan keuangan yang paling mendasar adalah kesehatan arus kas atau cash flow. Hal itu ditandai dengan jumlah pemasukan yang lebih besar ketimbang pengeluaran.

Saat pengeluaran Anda melebihi pemasukan, maka Anda sama saja dengan menggerus tabungan untuk bertahan hidup.

Jika hal itu kerap kali terjadi, maka segera lakukan pemeriksaan keuangan dengan seksama. Ketahui besaran pengeluaran Anda, mula dari yang sifatnya wajib, kebutuhan pokok, hingga gaya hidup.

Semakin banyak utang, semakin kecil nilai kekayaan bersih Anda. Semakin banyak utang, semakin banyak pula pengeluaran pasif Anda.

Dalam hal bisnis, utang mungkin memerankan peranan penting dalam ekspansi usaha. Namun dalam keuangan pribadi, utang bisa merusak kesehatan finansial Anda.

Jangan sampai membiarkan total utang Anda melebihi 50% dari total aset. Selau ingat bahwa, dalam perencaan keuangan pribadi, tidak ada utang tentu lebih baik.

Dana darurat adalah dana yang sudah dialokasikan untuk menghadapi kebutuhan mendesak, salah satunya yaitu kehilangan penghasilan akibat risiko pekerjaan maupun bisnis.

Tanpa dana darurat, berutang adalah hal yang Anda lakukan jika Anda kehabisan uang.

Ketimbang memupuk utang, maka sediakanlah dana darurat sesuai dengan risiko pekerjaaan dan jumlah tanggungan Anda.

Selain dana darurat, jumlah tabungan atau aset lancar yang ideal pun sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi kiamat perekonomian ini. Usahakan memiliki aset lancar setara dengan 15-20% dari kekayaan bersih Anda.

Portofolio proteksi keuangan yang ideal bisa dilihat dari kepemilikan produk jaminan kesehatan hingga asuransi. Minimal, jaminan kesehatan berupa BPJS tetap terbayar agar Anda tidak menguras tabungan pribadi saat terjadi musibah sakit.

Jika Anda juga memiliki asuransi kesehatan swasta, maka itu lebih baik. Sementara asuransi jiwa lebih ditujukan bagi mereka yang memiliki tanggungan.

Lantas apa kabar dengan asuransi harta benda dan lain sebagainya? Kedudukan asuransi ini juga akan melengkapi portofolio proteks Anda, namun alangkah lebih baik jika Anda memenuhi asuransi kesehatan terlebih dulu sebelum yang ini.

Terkait proteksi, iuran premi yang Anda bayarkan juga harus ideal dalam artian tidak terlalu mahal untuk setiap tahunnya. Anda pun harus memastikan bahwa proteksi yang didapat sudah tepat guna bagi Anda.

Jika Robert Kiyosaki terus menerus mempopulerkan emas, perak, dan Bitcoin, apakah itu adalah investasi yang paling tepat? Belum tentu.

Bagi sebagian orang, pasar saham yang jatuh di masa krisis justru menjadi peluang besar untuk jadi kaya di masa depan. Karena kesempatan ini tidak akan datang dua kali.

Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda seputar investasi, jika dilihat dari tujuan dan profil risikonya. Namun patut diingat bahwa investasi adalah hal yang harus dilakukan kapan pun, di saat keuangan Anda sudah mencapai tingkat keamanan yang baik.

error: Content is protected !!