majalahpos.com – Bukan hanya menggenjot sektor perkebunan sawit, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) juga bakal menggeber perkebunan gula. Ini demi mengejar target produksi bahan campuran untuk bahan bakar minyak (BBM), ethanol.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, PTPN selama ini punya 13 perusahaan. Kemudian, ia rampingkan jumlahnya menjadi 4 perusahaan, salah satunya mengurusi perkebunan gula.

“PTPN gula ditargetkan untuk membuka 700 hektar (ha) lahan. Perpresnya nanti akan keluar,” ujar Erick belum lama ini.

“Nanti, sebagian hasil produksi perkebunan gula akan diolah menjadi ethanol. Ethanol dapat menghasilkan Ron 130, campuran yang baik untuk BBM,” sambung Erick.

Kebutuhan BBM memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sehingga, pemerintah perlu melakukan inovasi supaya lebih efisien, termasuk penggunaan ethanol sebagai bahan oktan.

Erick menambahkan, pertumbuhan BBM itu sendiri tak hanya digunakan kendaraan pribadi dan umum namun banyak digunakan untuk petrochemical, dimana turunannya dapat menjadi bahan baku plastik, baju, bahan baku obat, dan lainnya.

Sehingga, kata Erick, pemerintah perlu mendorong solusi dalam menanggulangi BBM secara menyeluruh. Pada kenyataannya penanggulangan BBM melibatkan kebijakan yang lebih luas yaitu pada transportasi umum ataupun fasilitasnya, salah satunya pengenalan motor dan mobil listrik.

“Karena kita harus dorong penggunaan motor mobil listrik tak hanya di BUMN tapo target masing-masing kota Indonesia,” kata Erick.