Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 10.000, Saatnya Beli?

majalahpos.comJakarta, CNBC Indonesia– Harga emas Antam pada hari ini (28/3/23) anjlok mengikuti pelemahan emas dunia. Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, harga emas Antam ukuran 1-gram turun drastis Rp. 10.000 menjadi Rp. 1.077.000 per batang.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga melemah dan ditetapkan sebesar Rp 962 ribu per gram, anjlok Rp 16.000 dari perdagangan sebelumnya.

Harga emas Antam yang diperjual-belikan beragam dari segi ukurannya. Agar lebih jelasnya, simak data harga emas hari ini.

Kembali melorotnya harga emas Antam tidak bisa tidak bisa dipungkiri, pasalnya harga emas dunia juga sedang kurang bergairah. Pada penutupan perdagangan Senin (27/3/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.956,56 per troy ons. Harga sang logam mulia anjlok 1,04%.

Pelemahan tersebut memperpanjang derita emas yang juga anjlok pada akhir pekan lalu. Dalam dua hari perdagangan terakhir, harga emas ambruk 1,85%.

Analis dari Blue Line Futures,Phillip Streible, menjelaskan pelemahan tajam emas disebabkan oleh aksi jual investor dalam jumlah besar.

Menurutnya, penguatan emas yang sangat tajam pada pekan lalu lebih disebabkan oleh short covering akibat kepanikan pasar. Saat kepanikan mereda, investor kembali menjual emasnya.

“Rally emas (pekan lalu) lebih disebabkan oleh short-covering. Harga emas kemungkinan akan terus mengalami tekanan,” ujar Streible, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan kepanikan investor mereda setelah pasar optimis dampak krisis perbankan bisa diatasi. Kebijakan pemerintah AS maupun Lembaga Penjamin Simpanan AS (FDIC) juga ikut menenangkan pasar.

Seperti diketahui, FDIC mengumumkan First Citizens BancShare Inc akan membeli simpanan dan pinjaman Silicon Valley Bank (SVB). Pengumuman ini dua minggu setelah kejatuhan SVB yang mengawali krisis perbankan AS.

Kesepakatan itu mencakup pembelian sekitar US$72 miliar atau sekitar Rp 1.019 triliun aset SVB dengan diskon US$16,5 miliar, tetapi sekitar $90 miliar dalam bentuk sekuritas dan aset lainnya akan tetap dalam kurator untuk disposisi oleh FDIC.

Pelaku pasar juga melihat jika bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan tetap menomorsatukan inflasi dalam mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Gubernur Fed Governor Philip Jefferson Senin (27/3/2023) menegaskan jika target utama The Fed tetaplah membawa inflasi ke kisaran 2%.

“Inflasi harus dibawa kembali ke kisaran 25%, ke kisaran target FOMC (Federal Open Market Committee),” tutur Jefferson, saat berbicara H. Parker Willis Lecture, Washington and Lee University, Lexington, Virginia

Pekan lalu, The Fed tetap menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75-5,0% di tengah krisis perbankan AS.

Sikap tegas The Fed dan pernyataan Jefferson membuat pelaku pasar melihat masih akan mengerek suku bunga ke depan. Dampaknya, yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun pun melonjak ke level 3,53% kemarin, level tertingginya dalam sepekan terakhir.

Kenaikan yield tentu saja berdampak negatif ke emas karena membuat emas kurang menarik. Emas tidak menawarkan yield sehingga kenaikan yield membuat emas ditinggal investor.

CNBC INDONESIA RESEARCH

research@cnbcindonesia.com

error: Content is protected !!
Exit mobile version