majalahpos.comPIKIRAN RAKYAT- Negara China kembali menerapkan lockdown di beberapa wilayahnya, pasca beberapa waktu lalu melakukan test Covid Massal di negaranya.

Ternyata ada satu kejadian sebenarnya lockdown yang dilakukan bukan karena untuk penanggulangan Covid, melainkan sekedar ikut-ikutan sekedar menunjukkan “kesetiaan” terhadap pimpinan Negara.

Menjelang Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China , seluruh negara tampaknya bergabung dengan ikut-ikutan melakukan lockdown ketika pekerja partai dan pejabat pemerintah bergegas untuk memberantas penularan dengan segala cara.

Bukan tanpa tujuan, hal ini untuk menunjukkan kesetiaan dalam hitungan mundur terakhir untuk masa jabatan ketiga yang diharapkan Presiden Xi Jinping .

Sementara sebagian besar dunia menikmati kehidupan sehari-hari mereka, China masih terjebak dengan ‘Kebijakan Nol’ Covid, lapor The Hong Kong Post (HKP).

Tiga puluh tiga kota saat ini lockdown sebagian atau seluruhnya. Para ahli mengatakan lebih banyak kota kemungkinan akan ditambahkan dalam beberapa minggu mendatang.

Para ahli merasa bahwa jika epidemi skala besar pecah, itu dapat merusak citra Partai Komunis China dan mempengaruhi harapan Presiden Xi Jinping untuk masa jabatan ketiga.

Pejabat di Shenzhen memerintahkan Pusat Kota untuk menutup, menangguhkan layanan kereta bawah tanah dan bus di daerah tersebut, dan meminta penduduk untuk tinggal di rumah.

Sekitar 90 persen dari 18 juta penduduk kota itu harus menjalani tes Covid.

Pihak berwenang telah bersumpah untuk “memobilisasi semua sumber daya yang tersedia, memobilisasi semua kekuatan dan mengambil semua tindakan yang mungkin” untuk membasmi pandemi, menurut HKP.

Pada 1 September 2022, China memberlakukan penguncian di kota berpenduduk 21 juta jiwa Chengdu, ibu kota provinsi Sichuan barat daya.

Lockdown dilakukan pasca melakukan pengujian PCR di antara penduduk, kata otoritas setempat pada Kamis di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

Ini terjadi setelah otoritas kesehatan China melaporkan bahwa 492 kasus Covid-19 baru terdaftar di provinsi itu dari Senin hingga Rabu.

Lebih dari enam juta kasus infeksi Covid-19 telah terdaftar sejak awal pandemi di Cina daratan, dengan 24.806 kematian terkait.

“Penyebaran babak epidemi ini cepat, dengan penularan yang sangat tersembunyi, kasus yang tersebar, dan berbagai tempat berisiko. Situasi epidemi di seluruh kota sangat kompleks dan parah,” ucap Yang Xiaoguang, direktur kesehatan komisi di kota itu.***