majalahpos.com – Kepergian Ratu Elizabeth II menjadikan Pangeran Charles III naik tahta menjadi Raja baru Inggris. Pangeran Charles resmi memegang mahkota kerajaan Inggris di usia 73 tahun.

Uniknya, Pangeran Charles III memiliki beberapa privilege tak biasa yang dia miliki. Berbeda dengan orang-orang pada umumnya yang hanya memperingati ulang tahun pada tanggal kelahiran, Pangeran Charles III memiliki dua hari ulang tahun.

Tanggal pertama ulang tahun Charles yang jatuh pada 14 November akan dihabiskan bersama keluarga dekat dan tanggal kedua yang tanggalnya menyesuaikan bersama rakyat Inggris.

Tradisi perayaan ulang tahun dua kali setahun ini rupanya sudah eksis sejak lama. Tepatnya dimulai pada 1748 ketika Raja George II memimpin Kerajaan Inggris.

Raja George menginisiasi hal tersebut karena saat tiba hari ulang tahunnya pada 9 November, cuaca tidak mendukung untuk membuat perayaan bersama rakyat. Di bulan November, Inggris dilanda musim dingin sementara Raja George ingin ulang tahunnya dirayakan di musim panas juga.

Sejak itulah, para pemimpin Inggris pun ikut memiliki dua kali perayaan ulang tahun dalam setahun. Saat ulang tahun di musim panas, kegiatan seperti konser yang menampilkan musisi kelas dunia kerap dilaksanakan. Tentunya, hal ini disambut masyarakat Inggris dengan suka cita.

Selain ulang tahun unik, Raja Charles III juga bisa bepergian ke luar negeri tanpa paspor, karena, tidak seperti anggota keluarga kerajaan lainnya, ia tidak memerlukannya karena dokumen akan dikeluarkan atas namanya.

Pembukaan dalam setiap dokumen sekarang akan menyatakan: “Sekretaris Negara Yang Mulia meminta dan mewajibkan atas nama Yang Mulia semua orang yang berkepentingan untuk mengizinkan pembawa lewat dengan bebas tanpa izin atau halangan dan untuk memberi pembawa bantuan dan perlindungan yang mungkin diperlukan.”

Untuk alasan yang sama, raja akan menjadi satu-satunya orang di Inggris yang bebas mengemudi tanpa surat izin mengemudi (SIM).

Selain itu, Raja Inggris tidak memilih dan tidak dapat mencalonkan diri. Sebagai kepala negara, dia harus tetap netral dalam urusan politik. Dia terlibat dalam pembukaan resmi sesi Parlemen, menyetujui undang-undang dari Parlemen dan mengadakan pertemuan mingguan dengan Perdana Menteri.

Lebih lanjut, sejak abad ke-12, angsa bisu tanpa tanda di perairan terbuka di seluruh Inggris dan Wales dianggap sebagai milik raja. Setiap tahun, hak kerajaan dilaksanakan di bentangan Sungai Thames, di mana angsa dihitung dalam tradisi yang kini telah menjadi tindakan konservasi.

Hak prerogatif kerajaan juga berlaku untuk ikan sturgeon, lumba-lumba, dan paus di perairan Inggris.