majalahpos.com“Terdakwa Surya Darmadi dalam kurun waktu 2005 sampai 2010 dengan sengaja membayarkan atau membelanjakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana baik perbuatannya itu atas namanya sendiri ataupun atas nama pihak lain yakni melakukan pembelian tanah dan bangunan atas harga kekayaan yang merupakan hasil tindak pidana,” ucap jaksa penuntut umum (JPU).

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, pemilik PT Duta Palma, Surya Darmadi membantah telah melakukan korupsi dan pencucian uang atas kasus dugaan korupsi kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan perusahaannya dari tahun 2004 sampai dengan 2022.

Ia meyakini bahwa kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan perusahaannya telah sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

“Saya enggak korupsi , enggak korupsi , saya dituduh korupsi ,” kata Surya Darmadi dengan nada tinggi ditemui usai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 8 September 2022.

Mendengar dakwaan yang jatuh padanya, Surya Darmadi beranggapan dugaan tersebut setengah gila.

“Saya menolak, kebun saya cuma Rp4 triliun, didenda Rp78 triliun, terus Rp104 triliun kemudian dakwaan Rp73,9, melihat angkanya, saya setengah gila,” katanya.

Siapakah Surya Darmadi ?

Surya Darmadi merupakan Pemilik PT Duta Palma Group atau ketua Darmex Agro Group. Perusahaan tersebut telah menjadi salah satu kelompok budidaya, produksi, serta pengekspor kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Dikutip dari LinkedIn PT. Darmex Group, perkebunan mereka berada di Riau dan Kalimantan dengan total 8 pabrik kelapa sawit di Pekanbaru, Jambi, dan Kalimantan. Perusahaan ini mampu memproduksi sekitar 36.000 Mt Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) tiap bulannya.

Pada tahun 2018, Surya Darmadi sempat menjadi orang terkaya ke-28 di Indonesia versi majalah Forbes. Saat itu, kekayaan Surya Darmadi tercatat mencapai Rp20,73 triliun.

Mirisnya, seseorang yang sempat menyandang status orang terkaya tersebut, kini menjadi terdakwa koruptor terbesar di Indonesia.

“Terdakwa Surya Darmadi selaku beneficial owner PT Bayu Bening Utama, PT Seberida Subur, PT Palma Satu, PT Kencana Amal Tani dan PT Panca Agro telah melaksanakan kegiatan pengelolaan pabrik kelapa sawit di kawasan hutan tanpa izin prinsip, izin lingkungan, serta izin pelepasan kawasan hutan. Sehingga, terdakwa memperoleh harta kekayaan sebesar Rp7.593.068.204.327 dan 7.885.857,36 dolar AS,” ucap Jaksa.

Apabila dijumlahkan, total harta tersebut senilai Rp117,617 miliar (dengan kurs Rp14.915).Namun berdasarkan surat dakwaan, Surya Darmadi didakwa merugikan keuangan negara sekitar Rp86,5 triliun akibat kerusakan hutan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaannya.

Kerugian itu didapatkan dari kerusakan hutan yang diperbuatnya serta negara tidak menerima pendapatan pekerjaan perusahaan tersebut. (Nabila Tsamara Pancakusuma)***