majalahpos.com – Fitur multi information display ( MID ) pada speedometer sudah jadi standar wajib mobil-mobil baru, tujuannya memudahkan mengetahui informasi aktual penggunaan kendaraan.

Informasi yang diberikan oleh MID seputar konsumsi bahan bakar , gaya berkendara, jarak tempuh, sampai beberapa mobila ada yang menempatkan tekanan udara ban secara real time.

Umumnya, MID ditempatkan bersamaan dengan speedometer, fuel meter, tachometer, dan temperatur mesin. Sehingga, akses informasi seputar kendaraan jadi mudah.

Lantas, bagaimana cara membaca informasi MID?

Kepala Bengkel Toyota Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto mengatakan, MID speedometer mempermudah pengemudi membaca informasi aktual kendaraan, terutama hal-hal yang mendukung eco driving .

“Resetnya mudah, patokan trip A, trip B jadi acuan menjaga efisiensi bahan bakar. Kemudian, informasi MID juga menampilkan data gaya mengemudi, dengan begitu bisa mengetahui karakter berkendara agresif atau normal,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Jumat (9/9/2022).

Data MID itu, bisa dijadikan referensi standar penggunaan BBM harian. Rute dan jarak tempuh akan di hitung rata-rata, baru diketahui seberapa irit bahan bakar yang digunakan.

Biar akurat, monitor data informasi bisa dilakukan setelah reset MID. Sehingga bisa diperoleh perhitungan rata-rata bahan bakar setiap hari atau average.

Sebagai contoh, saat akan melakukan perjalanan, odometer pada MID mobil diriset lebih dulu, termasuk AVG BBM yang akan mengikuti. Kemudian di cek lagi setelah mobil tiba ditujuan.

Misal, setelah menggunakan mobil dari rumah menuju kantor hingga kembali ke kantor, tertulis jarak tempuhnya mencapai 80 kilometer (km). Sementara untuk indikator bensin menginfomasikan konsumsi rata-rata 10,1 per liter (kpl).

Dengan demikian, artinya setiap 1 liter bahan bakar yang dikeluarkan rata-rata bisa digunakan menempuh jarak 10,1 (km).

“Jadi, MID akan menghitung data konsumsi BBM secara rata-rata,” kata dia.

Meski diklaim metode ini tak 100 persen akurat karena hanya menampilkan data rata-rata, tapi setidaknya bisa menjadi panduan agar setiap harinya pengendara bisa lebih irit.

Selain itu, pengendara juga harus memahami bila ada faktor lain yang bisa mempengaruhi keiritan bahan bakar mobil.

Mulai tekanan udara ban, komponen mesin bermasalah, dan lainnya, termasuk jenis penggunaan bahan bakarnya.

Untuk itu, Bambang menyarankan, untuk rutin reset MID setiap hari. Dengan demikian, informasi data akurat kondisi kendaraan bisa akurat.