majalahpos.com – Mantan bos Disney, Bob Iger mungkin sama seperti Elon Musk yang tak tertarik membeli Twitter. Alasannya pun hampir sama, karena banyaknya akun bot di platform tersebut.

Iger yang saat itu menjabat sebagai CEO pada 2016 pernah berencana membeli Twitter. Menurutnya keputusan itu jadi cara terbaik mendistribusikan konten Disney ke seluruh dunia.

Namun tak lama kemudian rencana itu batal. Iger pernah menceritakan alasannya dalam sebuah memoar tahun 2019. Menurutnya dewan perusahaan telah menyetujui kesepakatan itu namun akhirnya berpikir dua kali karena ‘kejahatan’ yang merajalela di Twitter.

Tiga tahun berselang, Iger menceritakan keadaan sebenarnya. Dalam Code Conference, dia mengatakan masalahnya Twitter bakal memberikan banyak masalah ‘sakit kepala’ untuk Disney termasuk diantaranya adalah bot.

Dia menjelaskan saat itu perusahaannya butuh solusi teknologi. Di saat bersamaan juga mendengar Twitter mempertimbangkan solusi penjualan.

“Kami segera memasuki proses, melihat Twitter sebagai solusinya: platform distribusi global. Itu dipandang sebagai semacam jaringan sosial. Kami meluhatnya sebagai sesuatu yang sama sekali berbeda. Kita bisa menempatkan berita, olahraga, hiburan (dan) menjangkau dunia. Dan sejujurnya itu akan jadi solusi fenomenal dari segi distribusi,” jelas Iger.

“Kemudian setelah kami menjual seluruh konsep ke dewan Disney dan twitter, dan kami benar-benar siap untuk mengeksekusi, negosiasi hampir selesai, saya pulan merenungkannya untuk akhir pekan dan berpikir saya tidak melihat ini secermat yang saya butuhkan”.

Iger mengakui membeli twitter merupakan solusi terbaik dari sudut pandang distribusi. Namun di sisi lain akan mendatangkan begitu banyak tantangan serta kerumitan lain.

Dia juga merujuk ke informasi saat ini, di mana bot sangat merajalela. Sebelumnya dengan bantuan Twitter, Iger menyatakan telah memperkirakannya dan itu bukan mayoritas.

“Maka Anda harus melihat, pada semua ujaran kebencian dan potensi melakukannya banyak kerugian sekaligus kebaikan,” kata Iger.